Senin, 19 Maret 2018

Menjaga Cinta Sampai Saat Mulia itu Tiba.

Cinta adalah fitrah manusia, yang mengalir dan memiliki peran atau pengaruh besar dalam diri seseorang.

Bukan aib jk seseorang jatuh cinta, ini adalah fitrah. Namun yang aib adalah ketika kita tidak mampu mengendalikan cinta itu. Tidak mampu menahannya ketika belum halal maka itu adalah fitnah.

Laki - laki kepada perempuan memang sudah di ciptakan untuk cenderung terhadapnya. begitu pula sebaliknya.

Saya teringat kisah romantis Manusia yang mulia anak dari paman seorang Nabi yang masa kecilnya di bina oleh seorang Nabi bersama anak seorang Nabi.

Ya, Dia bernama Ali, anak Abi thalib paman Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Shallam. Ali yang memendam rasa yang begitu besar kepada Fatimah Az Zahra anak Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Shallam. Bertahun tahun lamanya rasa itu sudah bergejolak di hati Ali bin Abi Thalib.

Namun Ali adalah seorang laki laki yang mulia, dengan keimanan kepada Allah ia tidak akan mengumbar rasa itu dengan murah. Ia bersabar sampe saatnya tiba menahan cinta walaupun sangat berat.

Tidak mulus cinta itu di hati Ali bin Abi Thalib, ingin melamar namun rasa minder itu ada karena ia orang yang tidak punya apa apa. Ali merasa tidak pantas menikahi wanita yang luar biasa itu hanya dengan modal cinta saja.

Sampai suatu ketika Fatimah di lamar oleh Manusia terbaik setelah para Nabi dan Rasul yaitu Abu Bakar, hati Ali semakin gundah tidak menentu. Namun Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Shallam menolak lamaran Abu Bakar. kemudian Ali pun tenang.

Namun tidak cukup sampai di sana, Umar bin Khattab menyusul untuk melamar Fatimah, Seorang laki laki bangsawan yg begitu berkarisma, Ali pun gundah kembali, tapi Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Shallam menolak juga.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Shallam tidaklah berbuat dan berkata kecuali itu adalah wahyu dari Allah. Ia tahu Ali memendam rasa kepada Fatimah. Namun Ali tak pernah berani mengungkapkannya.

Sampai suatu ketika Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Shallam memanggil Ali dan di jodohkanlah keduanya, Namun Ali malu karena tidak memiliki apa apa.
Rasulullah bertanya, " Apa yang kau punya ?". Ali menjawab aku tak punya apa apa ya Rasulullah". Lalu Rasulullah membantu dan sangat memudahkan Pernikahan anaknya dengan Ali dan cukuplah maharnya hanya dengan Baju besi yang Ali miliki. Dan bersatulah dalam ikatan halal Ali bin Abi Thalib dengan Fatimah Az Zahra.

■ pesan moral ■
Semoga saat muda kita sekarang bisa seperti Ali bin Abi Thalib, bisa istiqomah dalam keterjagaan keimanan kepada Allah, tidak tertipu daya oleh fitnah cinta sampai tiba saatnya nnti kita bersatu dalam keadaan halal. meski hati gergejolak keras ingin mengungkapkannya namun itu bukanlah jln yang mulia bagi orang yang mulia.

Dan setelahnya semoga kita nanti bisa seperti Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Shallam, menjadi orang tua yang memudahkan pernikahan anaknya. Karena zaman ini menunda pernikahan adalah fitnah besar. yang menjadi virus perusak keimanan seseorang.

Wallahu a'lam.

#Istiqomah

Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar: