Minggu, 03 Juni 2018

Catatan Mimpi
Bismillah.. Alhamdulillah.. ashadualla ilahailallah wa ashadu anna muhammadar rasulullah..


Setiap manusia fashion masing masing.. namun fashion yang wajib ada pada diri seorang manusia adalah fashion selalu bersama dengan syariat islam.

Di atas kita ada naungan islam, kita hidup berpedoman syariatNya, bukan dengan yang lain..
Kita tidak hidup atas persepsi orang lain. tidak akan pernah ada habisnya jika mengikuti penilaian yang orang lain. Cukuplah Allah yang menilai, kepada Allah kita serahkan segala urusan dengan kesempurnaan ikhtiar, karena Allah sebaik baik tempat menggantungkan segala sesuatu.

Setiap manusia memiliki mimpi, cita - cita kehidupan seperti apa yang harus di jalani, apalagi bagi seorang pemuda yang sedang menempuh pendidikan, memiliki angen angen tinggi yang ingin di gapai, dengan tingginya kualitas hidup di masa ini manusia yang terus tumbuh kuantitasnya.

Bagi seorang muslim tentu lebih berata lagi baginya, beradaptasi dengan lingkungan bukan sesuatu yang mudah, apalagi bagi mahasiswa yang kuliah di kampus tidak memiliki background agama, bukan sesuatu yang mudah, menajeman waktu belajar agama dan bidangnya, manajeman diri dalam bergaul, manajeman diri dalam bradpatasi di tempat kerja untuk menjaga iman dan ibadah tetap stabil.

Mimpi ku ada , yang ingin aku gapai, banyak hal, terutama mimpi dari saat ini bisa istiqomah sampai akhir hayat, dan menjalani karir kedepan di atas naungan islam, bekerja atau membuat usaha yang menjunjung tinggi syariat syariat islam. yaa, bekerja di perusahaan yang islami shalat tepat waktu, syari dalam pergaulan dsb.. atau membuat usaha yang mempekerjakan orang lalu mewajibkan shalat tepat waktu apapun konsekuensinya.

Berkeluarga yang menjujung tinggi syariat syariat islam mendidik anak dengan islam, menjaganya untuk terus bersama dengan syariat islam sehingga tumbuh besar menjadi orang yang teguh dalam menjaga agamanya.

Kita berpegang teguh dengan Tauhid bahwa Allah maha mengatur segala galanya, Tugas kita hanya memohon kepada Allah dan sempurnakan ikhtiar.

Semoga selalu berada di jalur yang Allah ridhoi apapun kondisis yang kita alami.

Subhanakallahumma wa bihamdika ashaduallailaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik.

Senin, 19 Maret 2018

Menjaga Cinta Sampai Saat Mulia itu Tiba.

Cinta adalah fitrah manusia, yang mengalir dan memiliki peran atau pengaruh besar dalam diri seseorang.

Bukan aib jk seseorang jatuh cinta, ini adalah fitrah. Namun yang aib adalah ketika kita tidak mampu mengendalikan cinta itu. Tidak mampu menahannya ketika belum halal maka itu adalah fitnah.

Laki - laki kepada perempuan memang sudah di ciptakan untuk cenderung terhadapnya. begitu pula sebaliknya.

Saya teringat kisah romantis Manusia yang mulia anak dari paman seorang Nabi yang masa kecilnya di bina oleh seorang Nabi bersama anak seorang Nabi.

Ya, Dia bernama Ali, anak Abi thalib paman Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Shallam. Ali yang memendam rasa yang begitu besar kepada Fatimah Az Zahra anak Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Shallam. Bertahun tahun lamanya rasa itu sudah bergejolak di hati Ali bin Abi Thalib.

Namun Ali adalah seorang laki laki yang mulia, dengan keimanan kepada Allah ia tidak akan mengumbar rasa itu dengan murah. Ia bersabar sampe saatnya tiba menahan cinta walaupun sangat berat.

Tidak mulus cinta itu di hati Ali bin Abi Thalib, ingin melamar namun rasa minder itu ada karena ia orang yang tidak punya apa apa. Ali merasa tidak pantas menikahi wanita yang luar biasa itu hanya dengan modal cinta saja.

Sampai suatu ketika Fatimah di lamar oleh Manusia terbaik setelah para Nabi dan Rasul yaitu Abu Bakar, hati Ali semakin gundah tidak menentu. Namun Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Shallam menolak lamaran Abu Bakar. kemudian Ali pun tenang.

Namun tidak cukup sampai di sana, Umar bin Khattab menyusul untuk melamar Fatimah, Seorang laki laki bangsawan yg begitu berkarisma, Ali pun gundah kembali, tapi Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Shallam menolak juga.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Shallam tidaklah berbuat dan berkata kecuali itu adalah wahyu dari Allah. Ia tahu Ali memendam rasa kepada Fatimah. Namun Ali tak pernah berani mengungkapkannya.

Sampai suatu ketika Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Shallam memanggil Ali dan di jodohkanlah keduanya, Namun Ali malu karena tidak memiliki apa apa.
Rasulullah bertanya, " Apa yang kau punya ?". Ali menjawab aku tak punya apa apa ya Rasulullah". Lalu Rasulullah membantu dan sangat memudahkan Pernikahan anaknya dengan Ali dan cukuplah maharnya hanya dengan Baju besi yang Ali miliki. Dan bersatulah dalam ikatan halal Ali bin Abi Thalib dengan Fatimah Az Zahra.

■ pesan moral ■
Semoga saat muda kita sekarang bisa seperti Ali bin Abi Thalib, bisa istiqomah dalam keterjagaan keimanan kepada Allah, tidak tertipu daya oleh fitnah cinta sampai tiba saatnya nnti kita bersatu dalam keadaan halal. meski hati gergejolak keras ingin mengungkapkannya namun itu bukanlah jln yang mulia bagi orang yang mulia.

Dan setelahnya semoga kita nanti bisa seperti Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Shallam, menjadi orang tua yang memudahkan pernikahan anaknya. Karena zaman ini menunda pernikahan adalah fitnah besar. yang menjadi virus perusak keimanan seseorang.

Wallahu a'lam.

#Istiqomah

Selasa, 20 Februari 2018

Siap di Jalan Dakwah ini ?

Aku bukan orang yang alim, bukan orang yang sholih.

Aku hanya seorang yang baru belajar Agama ini. belajar taat belajar menjadi sholih.

Aku bru saja belajar menjauh dr maksiat.
Hal paling sulit ada menjauhi cinta, yang terlanjur di hiasi seython.

Aku kini memilih jalan berliku ini, aku menyeru belajar menyeru, mengajak kepada kebaikan.

Belajar memberdayakan, mempelajari siklus gerakan. Membaca, mendengar kisah perjuangan di jalan dakwah ini.

Ya, Aku mulai sedikit faham teorinya.
Mulai meraba dan bersiap siap terhadap penentang, caci maki, d permalukan dll.

Meski kerap kali aku mengatakan
"Cukup, Aku capek" namu aku selalu membalas diri dengan mengatakan "Jangan berhenti, umat ini btuh kamu"

Semoga Allah jaga diri yang doif ini

Dosa yang d remehkan

Saya mendengar dari seorang ustadz , bahwa pernah ada seorang ulama mengatakan :

" Aku pernah melakukan sebuah dosa kecil, lalu Allah menghukumku dari sholat subuh sebulan "

Akhir akhir ini aku lalai dalam pergaulanku, manajemen waktuku, aturan yang aku buat sedikit demi sedikit aku langgar, baik dengan alasan yang aku anggap syar'i atau tidak.

Sekarang Allah menghukumku, Allah menanamkan kegundahan di hatiku.
Aku sangat capek.

kata guruku, Allah sengaja tanamkan kegundahan d hati, untuk menyadarkan kita bahwa ada yang salah dengan cara kita menggunakan hati yang Allah titip.

coba periksa mungkin ada dosa, ada maksiat yang kamu lakukan.