Senin, 12 Februari 2018

Aktivis Dakwah totalitas

Aku Pernah membaca sebuah tulisan yang dikirim oleh guruku tentang "aktivis dakwah totalitas".
.
Namun waktu itu aku masih blm mampu memaknai tulisan itu, karena penyakit yang tertulis di sana blm sepenuhnya sembuh dalam dalam proses hijrahku. .
Seorang aktivis yang di tegur keras karena tidur terpelungkup, seorang aktivis yang di hardik karena penampilan yang tidak layak bagi seorang da'i.
.
Aku tidak pernah mampu memberikan pengaruh yang besar dalam dakwah kala itu. Aku tak pernah sefaham dengan para senior yang begitu bersahaja dalm memaklumi kekurangku.
.
Namun sekarang aku mulai memahami, setelah aku sedikit mulai lepas dari belenggu penyakit itu yang selama ini menghijab hati dari cahaya sang ilahi.
Hati mulai peka setelah kosong tanpa ada nama si dia. melainkan mulai terisi hanya dengan nama si-Dia.
.
Dalam sebuah Keluarga yang terajut dengan ukhuwah yang begitu indah sebagai hadiah dari Allah atas terpilihnya para penerus penegak peradaban. Berkumpul bersama orang orang shalih membuat hati ini nggan menduakan-Nya.
.
Meski sepanjang perjalan banyak dari kami yang berguguran terkena penyakit itu.
Lantas saja, bagaimana mungkin peradaban islam bisa tegak di atas pundak pengemban peradaban yang tidak malu kepada Allah saat dalam keadaan seorang diri. Loyalitas dalam dakwah tidak akan utuh selama hati masih terbagi kepada yang blm halal untuk di perjuangkan.
.
Karena Allah tidak akan rela peradaban islam yang suci di taruh di atas pundak seorang aktivis bunglon. Sampai hidayah itu terus di kejar dan Allah menaburnya ke dalam hati. Dan kokohlah pundak dalam menanti kebesaran islam yang kita rindukan.
.
Salam Hangat Wahai Pengemban Peradaban, Tetaplah benci kepada Kekufuran meski kitapun kerap kali melakukannya. semoga Allah mengumpulkan kita di surga-Nya

Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar: